Aplikasi UMKM dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa-Tinggal dan bekerja di Jepang ternyata tak melunturkan kepedulian pada pembangunan industri dalam negeri, ini dibuktikan Enjinia Nusantara. Perkumpulan para profesional Indonesia yang bekerja di Jepang ini sepakat menjalin kerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) untuk membantu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar cepat balik modal.

“Kami ingin berkontribusi secara langsung maupun tak langsung untuk perkembangan industri di Indonesia,” ungkap Abdi Pratama, Ketua Enjinia Nusantara yang berdomisili di Osaka ketika dihubungi Halojepang!, Kamis (18/04).

Sumbangsih langsung dilakukan melalui pendampingan, pemberdayaan UKM berbasis inovasi dan teknologi sedangkan tak langsung melalui penerbitan buku tentang etos kerja Jepang.

Awal kerjasama ini terjadi ketika rombongan Kemenkop berkunjung ke Osaka atas undangan pengusaha Jepang. Dalam pertemuan dan diskusi terbatas, Enjinia mengungkapkan keinginannya ikut mengembangkan UKM dengan berbagi pengetahuan yang dimiliki. Hal ini ditanggapi positif dengan ditandatangani nota kesepahaman (MoU) di Osaka (13/4).

Penandatanganan Kontribusi UMKM MoU dilakukan Agus Muharram, Seskemenkop UKM dan Abdi Pratama, Ketua Enjinia Nusantara. Penandatanganan surat kerja sama ini juga disaksikan oleh Ketua Japan Indonesia Kaizen Center (JIK-C) Sigit Widodo, dan Konsul Jenderal RI Ibnu Hadi.

Abdi menambahkan, “Kini ada beberapa anggota Enjinia yang sudah di Indonesia, baik pindah kerja maupun mendirikan perusahaan, sehingga bisa berhubungan langsung dengan UKM.”

Tahap awal, Enjinia akan memetakan UKM yang ada dan kapasitas yang dimiliki untuk membantu Aplikasi UMKM. Mereka juga akan melakukan Genchi Genbutsu (melihat secara langsung) ke lapangan kondisi UKM di Indonesia, kemudian bersinergi untuk melakukan inovasi berdasarkan keilmuan dan pengalaman yang dimiliki selama bekerja sebagai praktisi profesional di dunia industri Jepang.

Sementara itu pada kesempatan terpisah, Muhammad Taufiq, Staf Ahli Kemenkop menyatakan,”Tahap awal Kemenkop akan melakukan pendataan UMKM dan mencocokkan dengan kebutuhan. Kemudian data akan dikirim ke Enjinia sehingga bisa dipilih mana yang akan didampingi.”

Taufiq juga mengatakan kemungkinan pendampingan bisa berupa pengetahuan tentang proses produksi, pengemasan produk dan pemasarannya. Sebagai contohnya sekarang ada pengembangan kelapa dan produk turunannya. Sabut misalnya, bisa diolah untuk menjadi bahan atap, pengisi jok mobil.

Kegiatan paling dekat yang akan dilakukan adalah peluncuran buku tulisan para profesional di Jepang mengenai budaya kerja di Jepang pada bulan Mei mendatang di Kemenkop.

Enjinia Nusantara adalah perkumpulan para profesional Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan baik Diploma, Sarjana, Master, ataupun Doktor di salah satu universitas di Jepang dan kemudian melanjutkan bekerja sebagai profesional di industri Jepang. Perkumpulan yang didirikan di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka ini memiliki anggota sekitar 99 orang profesional yang bekerja di Jepang dengan sekitar 60% anggota berpartisipasi aktif. Meskipun namanya berasal dari kata ‘Engineering’, bidang keahlian anggotanya beragam.

UserForm edit

FirstName aplikasi
LastName umkm
OrganisationName
OrganisationURL http://mepet.ideascale.com/a/idea-v2/270570
Profession
Country
State
Address
Location
Telephone
VoIP
InstantMessaging (IM)
Email
HomePage https://www.bountysource.com/teams/aplikasi-umkm
Comment
Topic revision: r2 - 05 Aug 2017, AplikasiUmkm
 
This site is powered by FoswikiCopyright © by the contributing authors. All material on this collaboration platform is the property of the contributing authors.
Ideas, requests, problems regarding PANDA Wiki? Send feedback
Imprint (in German)
Privacy Policy (in German)